Benarkah Nanah yang Keluar dari Alat Kelamin Pertanda Infeksi Gonore? 

infeksi gonore

Jika Anda terkena infeksi penyakit menular seksual seperti gonore (kencing nanah), itu artinya tubuh Anda sudah terpapar dengan bakteri Neisseria gonorrhoeae. Salah satu gejala gonore yang sering muncul adalah keluarnya cairan seperti nanah dari saluran kencing atau area kelamin. 

Keluarnya cairan seperti nanah dari alat kelamin memang sering dianggap sebagai tanda awal gonore. Padahal, kenyataannya tidak selalu demikian. Kondisi semacam ini bisa juga diakibatkan oleh infeksi lain. Ingin tahu cara memastikannya? Pelajari ulasan artikel berikut ini! 

Bagaimana Cara Memastikan Infeksi Gonore atau Bukan? 

Cara paling tepat untuk mengetahui cairan nanah yang keluar dari alat kelamin Anda disebabkan oleh gonore atau bukan adalah dengan menjalani pemeriksaan medis. Sebab, gonore sering menunjukkan gejala yang mirip dengan infeksi menular seksual (IMS) lainnya seperti klamidia atau infeksi saluran kencing. 

Pemeriksaan oleh dokter SpKK akan membantu Anda mendiagnosis penyebab pastinya secara akurat. Umumnya, dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan laboratorium, sehingga dokter bisa memberikan jenis pengobatan yang sesuai dengan kondisi tubuh Anda. 

Jika Anda mengalami gejala mencurigakan seperti keluarnya cairan nanah dari kelamin, nyeri saat buang air kecil, atau iritasi di area genital, segera lakukan konsultasi. Anda bisa melakukan tes gonore di rumah sakit atau klinik spesialis terpercaya untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

Baca juga “Benarkah Nanah yang Keluar dari Alat Kelamin Pertanda Infeksi Gonore?

Perbedaan Cairan Nanah karena Gonore dan Infeksi Lainnya 

Tidak semua cairan nanah yang keluar dari alat kelamin menandakan infeksi gonore, Maka dari itu, Anda harus mengetahui perbedaannya. Ciri khas cairan nanah gonore biasanya berwarna kuning kehijauan, kental, dan keluar dalam jumlah yang cukup banyak, terutama di pagi hari. 

Salah satu gejala khas gonore adalah munculnya nyeri saat buang air kecil atau rasa terbakar di area kemaluan. Sementara itu, infeksi lain seperti klamidia, trikomoniasis, atau infeksi saluran kemih hanya menyebabkan cairan yang keluar tampak lebih encer, bening, dan tidak disertai nyeri. 

Perbedaan ini memang tidak selalu mudah dikenali tanpa pemeriksaan medis, karena beberapa infeksi menular seksual bisa menunjukkan gejala yang mirip.Itulah sebabnya mengapa Anda sebaiknya tidak menunda pemeriksaan jika mengalami gejala seperti ini. Diagnosis yang tepat hanya bisa Anda dapatkan melalui tes pemeriksaan laboratorium lengkap. 

Jika Anda merasakan ada yang tidak beres, segera periksa ke dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin terdekat. Semakin cepat diperiksa, semakin besar pula peluang Anda untuk sembuh dan tidak kambuh lagi. 

Baca juga “Jangan Salah, Ini 5 Perbedaan Nanah Gonore dan Keputihan!

Apakah Cairan Nanah yang Keluar Pertanda Infeksi Gonore Sudah Parah? 

Keluarnya cairan nanah dari alat kelamin tidak bisa Anda abaikan begitu saja, terutama jika sudah disertai dengan rasa nyeri saat buang air kecil. Munculnya rasa nyeri di area kelamin menjadi ciri khas dari infeksi gonore. 

Namun, tahukah Anda bahwa munculnya cairan nanah bisa menjadi sinyal bahwa infeksi gonore sudah berkembang dan mulai memburuk? Penyakit gonore yang tidak diobati bisa menyebabkan masalah kesehatan serius, misalnya peradangan pada organ reproduksi, kemandulan, atau penyebaran infeksi ke bagian tubuh lain. 

Itulah alasan pentingnya tidak menunda pemeriksaan medis saat gejala gonore pertama kali muncul. Infeksi gonore bisa sembuh jika dideteksi dan diobati sejak dini. Jika tubuh Anda atau pasangan menunjukkan gejala-gejala mencurigakan, jangan ragu untuk mengkonsultasikannya dengan dokter. Langkah cepat yang Anda lakukan bisa menyelamatkan kesehatan Anda di masa depan. 

Karakteristik Cairan Nanah Akibat Infeksi Gonore

Jika Anda melihat cairan nanah keluar dari alat kelamin, ini bukanlah hal yang bisa dianggap sepele. Kondisi ini sering kali menjadi sinyal bahaya bahwa ada infeksi yang sedang berkembang dalam tubuh Anda. Salah satu penyebab yang paling perlu diwaspadai adalah infeksi menular seksual (IMS) seperti gonore atau kencing nanah. 

Jika Anda melihat cairan nanah keluar dari alat kelamin, jangan abaikan! Kondisi ini bisa menjadi sinyal bahaya yang menunjukkan adanya infeksi menular seksual di tubuh Anda. Infeksi yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae ini seringkali menunjukkan beberapa gejala khas seperti berikut: 

1. Warnanya Khas & Kental 

Cairan nanah akibat infeksi gonore pada pria umumnya berwarna kuning kehijauan hingga putih keruh. Sedangkan pada wanita agak sulit dikenali karena warnanya yang mirip dengan cairan keputihan. Namun, untuk membedakannya Anda bisa melihatnya dari tekstur kepekatannya. 

2. Bau Tidak Sedap

Nanah akibat infeksi gonore juga memiliki bau tidak sedap yang khas. Meskipun tingkat baunya berbeda-beda pada setiap individu, tetapi bau tidak sedap ini bisa menunjukkan tingkat keparahan infeksi. 

3. Disertai Rasa Nyeri atau Terbakar

Munculnya nanah akibat infeksi gonore umumnya diikuti dengan rasa nyeri dan terbakar di area kelamin. Pada pria, sensasi semacam ini akan terjadi pada saat buang air kecil. Sedangkan wanita biasanya mengalami nyeri panggul pada saat buang air kecil. 

Kapan Anda Harus Memeriksakan Diri ke Dokter SpKK/Sp.DVE?

Jika Anda mengalami gejala keluar cairan nanah dari alat vital, jangan tunda untuk berkonsultasi ke dokter spesialis kulit dan kelamin (SpKK/Sp.DVE). Berikut ini beberapa tanda dan situasi yang menandakan bahwa Anda perlu segera memeriksakan diri:

1. Keluar Cairan Tidak Normal dari Alat Kelamin 

Cairan berwarna putih, kuning, atau kehijauan yang keluar tanpa sebab jelas bisa menjadi tanda infeksi gonore atau penyakit menular seksual lainnya. 

2. Muncul Rasa Nyeri dan Terbakar saat Buang Air Kecil 

Gejala ini sering muncul bersamaan dengan infeksi saluran kemih atau infeksi kelamin seperti gonore. 

3. Gatal, Luka, atau Pembengkakan di Area Kelamin

Perubahan fisik di area kelamin, termasuk rasa tidak nyaman, sebaiknya segera diperiksakan. 

4. Pernah Melakukan Hubungan Seksual Berisiko Tanpa Kondom 

Jika Anda aktif secara seksual, terutama dengan pasangan baru atau berganti-ganti pasangan, penting untuk melakukan pemeriksaan rutin meskipun tidak ada gejala. 

5. Pasangan Mengalami Gejala Serupa atau Terdiagnosis Infeksi Menular Seksual 

Pemeriksaan bersama pasangan sangat dianjurkan untuk mencegah penularan berulang. 

6. Gejala Muncul Berulang Meski Sudah Diobati 

Pengobatan tanpa resep dokter bisa tidak efektif dan berisiko menimbulkan resistensi bakteri. 

Segera Obati Infeksi Gonore Anda di Dokter SpKK/Sp.DVE  Terpercaya! 

Deteksi gejala infeksi gonore sejak dini bisa mencegah terjadinya komplikasi penyakit yang lebih parah. Oleh sebab itu, jangan tunggu hingga gejalanya memburuk. Segera konsultasikan kondisi Anda ke dokter SpKK/Sp.DVE untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. 

Gejala gonore bisa menjadi semakin parah dan memicu komplikasi penyakit serius jika tidak segera diobati. Diagnosis dan pengobatan yang tepat berperan penting dalam membantu proses kesembuhan Anda. 

Jika Anda ingin mendapatkan diagnosis dan metode pengobatan yang tepat dari dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin (SpKK/Sp.DVE), klik link di bawah ini!