Meningkatnya kasus gonore pada anak & remaja belakangan ini kian memprihatinkan. Menurut data penelitian yang dilakukan CDC (Centers for Disease Control and Prevention), dalam 5 tahun terakhir saja jumlah kasus infeksi gonore pada anak berusia 15-19 tahun meningkat hingga 20%.
Meski gonore sering dianggap sebagai penyakit menular seksual pada orang dewasa, tapi belakangan ini jumlah kasusnya meningkat pesat di kalangan anak-anak dan remaja. Lantas, apa penyebabnya? Cari tahu jawabannya melalui ulasan berikut, yuk!
Apa Penyebab Tingginya Kasus Gonore pada Anak & Remaja?
Apa yang menyebabkan tingginya jumlah kasus infeksi gonore pada anak dan remaja? Mengapa kalangan muda seperti mereka rentan terinfeksi penyakit menular seksual? Simak baik-baik penjelasannya!
1. Maraknya Pergaulan Bebas
Tingginya kasus gonore pada anak dan remaja salah satunya dipicu oleh tren pergaulan bebas yang semakin populer. Kalangan muda yang sering melakukan hubungan seksual berisiko biasanya akan lebih rentan terinfeksi penyakit menular seksual seperti gonore.
Sayangnya, masih banyak anak-anak dan remaja yang kurang peduli terhadap kesehatan seksual mereka. Alhasil, kasus infeksi gonore di kalangan anak dan remaja pun membludak dan semakin bertambah setiap tahunnya.
2. Kurangnya Pendidikan Seksual
Seberapa pentingkah pendidikan seksual untuk mencegah terjadinya kasus gonore pada anak dan remaja? Faktanya, pendidikan seksual pada anak dan remaja mampu memberikan wawasan yang tepat tentang cara berhubungan intim yang aman sekaligus konsekuensinya.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa remaja yang mendapatkan pendidikan seksual di sekolah atau lingkungan keluarganya akan lebih bijak melindungi diri dari resiko penyakit menular seksual. Begitupun sebaliknya.
3. Akses Pengobatan yang Terbatas
Daerah-daerah yang memiliki akses layanan kesehatan terbatas umumnya mengalami lonjakan kasus gonore pada anak dan remaja. Banyak anak dan remaja yang tidak tahu gejala gonore atau merasa malu untuk memeriksakan diri saat terkena infeksinya.
Kurangnya pendidikan tentang kesehatan seksual dan fasilitas medis yang ramah anak juga ikut memperburuk situasi ini. Alhasil, anak-anak dan remaja yang terinfeksi gonore akan terlambat mendapatkan penanganan.
4. Pengaruh Media Sosial dan Pornografi
Media sosial seperti tiktok, instagram, dan sebagainya menjadi salah satu penyebab maraknya kasus gonore di kalangan anak-anak dan remaja saat ini. Bagaimana tidak, platform ini sering menyebarkan konten-konten negatif seputar hubungan seks bebas.
Paparan yang terlalu sering terhadap konten-konten pornografi juga bisa mempengaruhi pola pikir dan perilaku seksual remaja. Menurut penelitian, remaja yang sering terpapar konten pornografi di media sosial akan lebih rentan melakukan hubungan seksual berisiko dibandingkan yang tidak.
Gejala Gonore pada Anak dan Remaja yang Perlu Diwaspadai
Di kalangan anak-anak dan remaja, gejala gonore cukup sulit terdeteksi karena intensitasnya jarang dan sering tidak menunjukkan gejala apapun. Meskipun ada gejala, biasanya hanya menimbulkan rasa sakit di bagian bawah perut, area panggul, dan keluarnya cairan nanah dari saluran kemih.
Sayangnya, masih banyak anak dan remaja yang terlambat mendapatkan diagnosis gonore karena malu memeriksakan diri ke klinik atau rumah sakit. Rasa malu ini membuat mereka jarang mencari pengobatan gonore yang tepat meskipun timbul gejala.
Baca juga “Jangan Abaikan 7 Gejala Awal Gonore Ini di Tubuh Anda!”
Cara Mengatasi Gonore pada Anak dan Remaja
Infeksi menular seksual seperti gonore semakin banyak ditemukan di kalangan usia muda. Jika tidak segera diatasi, gonore bisa berdampak buruk untuk kesehatan anak-anak dan remaja di masa mendatang.
Lalu, bagaimana cara efektif dan aman untuk mengatasi gonore pada anak dan remaja? Temukan solusi pencegahan terbaiknya di bawah ini!
1. Diagnosis dan Pengobatan yang Tepat
Diagnosis berperan penting untuk memastikan anak dan remaja yang terinfeksi gonore mendapatkan pengobatan yang tepat. Biasanya, dokter akan melakukan beberapa tes seperti memeriksa sampel cairan tubuh untuk menemukan bakteri penyebab gonore.
Melalui diagnosis akurat, pengobatannya pun akan lebih tepat karena disesuaikan dengan kondisi masing-masing penderita. Alhasil, anak-anak dan remaja akan terhindar dari komplikasi lebih lanjut yang berbahaya untuk kesehatan.
2. Peran Orang Tua dan Lingkungan Sekitar
Orang tua dan lingkungan sekitar memegang peranan yang sangat penting dalam mencegah dan mengatasi infeksi gonore pada anak dan remaja. Komunikasi yang terbuka dan jujur tentang kesehatan seksual bisa membantu anak-anak memahami pentingnya menjaga kesehatan organ intim.
Orang tua juga perlu mengedukasi anak tentang cara-cara pencegahan gonore seperti pentingnya menghindari perilaku berisiko. Melakukan pemeriksaan rutin ke dokter spesialis juga bisa menjadi langkah awal untuk mendeteksi bakteri gonore sejak dini.
Cegah Gonore pada Anak dengan Pemeriksaan di Klinik Terdekat!
Infeksi gonore pada anak dan remaja bisa dicegah melalui pemeriksaan medis rutin dan penanganan yang tepat. Segera lakukan pemeriksaan di klinik spesialis kelamin terdekat dan dapatkan diagnosisnya.
Tertarik untuk memeriksakan anak Anda ke klinik spesialis penyakit kelamin terdekat? Segera jadwalkan janji temu dengan dokter spesialis kami. Klik di sini untuk konsultasi lebih lanjut!

